PEDOMAN PENGADAAN BARANG DAN JASA • PP Properti
Beranda / Informasi Tender / 20 February 2019

 PEDOMAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

I.   Prinsip Dasar Pengadaan

• Efisien
• Efektif
• Terbuka dan Bersaing
• Transparan
• Adil/Tidak Diskriminatif
• Akuntabel

II.  Etika Pengadaan

Acuan perusahaan dalam menjalankan hubungan dengan vendor adalah Pedoman Etika dan Perilaku Perusahaan yang dijelaskan lebih lanjut pada Etika Perusahaan Terhadap Penyedia Barang dan Jasa. Perusahaan bertindak adil dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh vendor yang memiliki kualifikasi yang sama tanpa adanya diskriminasi. Pemilihan vendor ini didasarkan pada persaingan bebas, dimana para vendor bebas untuk mengikuti proses kualifikasi yang diadakan oleh Perusahaan.
Perusahaan mendukung upaya-upaya yang dilakukan semua pihak dalam menciptakan iklim bisnis yang sehat, bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

III. Jaminan Pengadaan

• Jaminan Uang Muka
• Jaminan Pelaksanaan
• Jaminan Pemeliharaan

IV. Aturan Mekanisme Proses Pelelangan:

1. Pengadaan Barang/Jasa dengan Penunjukan Langsung
Berdasarkan Daftar Rencana Kebutuhan Vendor, petugas pengadaan melakukan penunjukan langsung vendor yang memenuhi prakualifikasi, yang dilakukan apabila:

  • Terdapat item pekerjaan dan atau penyedia pekerjaan konstruksi/jasa lainnya sudah pernah melakukan di proyek PT PP Properti sebelumnya (repeat order)
  • Pengadaan penyedia pekerjaan konstruksi / jasa lainnya yang berafiliasi dengan PT PP Properti dimana deviasi nilai kontrak maksimal 10% dari OE (Owner Estimated) dan memenuhi persyaratan/kualifikasi
  • Penunjukan langsung dilakukan dengan negosiasi baik teknis maupun harga sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar dan / atau  Anggaran / RAP yang berlaku dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
  • Kriteria penyedia pekerjaan konstruksi / jasa lainnya yang bersifat khusus yang memungkinkan dilakukan penunjukan langsung

2. Pengadaan Barang/Jasa dengan Pemilihan Langsung

  • Berdasarkan Daftar Rencana Kebutuhan Vendor, petugas pengadaan melakukan survey harga pasar dengan cara membandingkan minimal 2 (dua) vendor yang telah lulus prakualifikasi
  • Petugas pengadaan menerima Surat Penawaran Harga disertai dokumen pendukung dari vendor-vendor yang ditunjuk, kemudian membandingkan harga penawaran vendor dengan harga OE (Owner Estimated)
  • Nilai kontrak untuk metode pemilihan langsung tidak dibatasi

V. Serah Terima Pekerjaan dan Pembayaran

  1. Penyedia jasa menyerahkan laporan kemajuan pekerjaan disertai lampiran pendukung kepada penerima jasa. Kemudian hasil pekerjaan akan diperiksa oleh penerima jasa.
  2. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam Berita Acara Lapangan yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
  3. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen), maka dilakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Pertama (BAST I), dan terhitung berlaku sejak ditandatangani lengkap oleh kedua belah pihak.
  4. Apabila masa pemeliharaan telah selesai dan cacat telah diperbaiki (jika ada), maka dilakukan Serah Terima Kedua yang dinyatakan dengan penerbitan Berita Acara Serah Terima Kedua (BAST II) dan terhitung berlaku sejak ditandatangani lengkap oleh kedua belah pihak
  5. Penyedia jasa akan membuat Berita Acara Pembayaran berdasarkan Berita Acara Lapangan tersebut. Kemudian, penerima jasaakan melaksanakan pembayaran berdasarkan Berita Acara Pembayaran yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak, dan melampirkan :

• SPK dan Kontrak
• Kuitansi/Invoice
• Faktur Pajak
• Berita Acara Lapangan
• Berita Acara Pembayaran
• Berita Acara Serah Terima Pertama
• Berita Acara Serah Terima Kedua

VI. Serah Terima Barang dan Pembayaran

  1. Dalam melaksanakan pengadaan dan penyerahan barang, penyedia barang harus menempatkan petugas-petugas yang memiliki keahlian di bidang quality control, quantity surveyor, K3L (Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan), yang bertanggung jawab terhadap kegiatan penyerahan barang di lokasi.
  2. Penyedia barang wajib menyampaikan pemberitahuan kepada pihak-pihak yang berwenang dan memperoleh segala lisensi dan ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan pengadaan dan penyerahan barang, serta membayar segala biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  3. Apabila penyedia barang terbukti mengirim barang tidak sesuai dengan ketentuan pada Kontrak, maka penyedia barang wajib mendatangkan barang pengganti yang baru dan sesuai dengan ketentuan pada Kontrak dalam jangka waktu paling lambat selama 2 (dua) hari kalender sejak tanggal diketahui oleh penerima barang dan segala biaya yang timbul akibat dari hal tersebut menjadi tanggung jawab penyedia barang.
  4. Penyerahan barang dilengkapi dengan Surat Jalan asli yang diterbitkan oleh penyedia barang dan ditandatangani oleh petugas yang mewakili penyedia dan penerima barang
  5. Penyedia barang mengajukan tagihan kepada penerima barang dengan melampirkan sebagai berikut :

• SPK dan Kontrak
• Kuitansi
• Surat Jalan
• Faktur Pajak
• Berita Acara Penyerahan Barang
• Berita Acara Pembayaran
• Copy Kontrak (SPJB) dan Surat PO

 

 

PPRO